Pusat Evaluasi Setiap Pekan

Hendardji Sentil Petinggi PB PON yang Malas Rapat

SAMARINDA – Penyelenggaraan pesta olahraga 4 tahunan, PON XVII 2008 di Kaltim semakin dekat. Tapi, panitia masih kelihatan kalangkabut melakukan persiapan. Dalam rapat pleno persiapan PON dipimpin Ketua Tim Monitoring dan Evaluasi (Monev) KONI Pusat Hendardji Soepandji, Jumat (9/5) pagi hingga malam, terungkap begitu banyak persoalan yang mesti segera diselesaikan Panitia Besar (PB) PON dan Sub PB PON di 7 kabupaten kota.

Dari berbagai permasalahan itu, terangkum dalam 24 poin sebagai catatan yang mutlak jadi perhatian semua pihak, khususnya PB PON. Pleno dihadiri Wakil Ketua Harian PB PON Hermain Okol, Sekretaris PB PON Ibnu Nirwani, bidang-bidang PB PON dan Sub PB PON serta Tim Technical Delegate cabor itu bukan hanya membicarakan kendala persiapan yang dihadapi, tapi tuntutan perlunya evaluasi organisasi kepanitiaan juga mengemuka dalam pleno itu.

Hendardji lalu menyentil petinggi atau para pengambil kebijakan di PB PON, yang jarang hadir rapat. Menurutnya, event besar ini tidak bisa dipandang enteng, harus dipersiapkan dengan matang. ”Bagaimana bisa melakukan pembenahan dengan cepat, kalau tidak hadir saat rapat evaluasi seperti ini. Rapat evaluasi berikutnya diabsen, terutama ketua-ketua bidang,” tandasnya.

Dijelaskan, ada sekitar 15 ribu lebih peserta PON. Mereka akan bergerak dari 33 provinsi di Tanah Air dan selanjutnya konsentrasi di 7 titik (kabupaten kota) yang bertindak sebagai tuan rumah penyelenggara. ”Mereka datang harus diurus, dan itu tanggung jawab kita sebagai tuan rumah,” kata Hendardji dengan nada tinggi.

Di sela gladi kader persiapan Upacara Pembukaan dan Penutupan (UPP) PON di Stadion Utama Palaran, kemarin, Hendardji kembali menyentil petinggi PB PON, karena yang tampak hadir hanya Hermain Okol, Ibnu Nirwani dan Dandrem 091/ASN Samarinda Kolonel Inf Ibrahim Saleh berikut beberapa ketua bidang PB PON dan Tim Technical Delegate. ”Saya harap, pertemuan-pertemuan berikutnya hadir semua. Supaya semua tahu, apa yang harus dilakukan. Jangan hanya mau jabatan, tapi tidak mau pekerjaannya,” tandasnya.

Maklum, sebagian petinggi PB PON kini sibuk dalam suksesi Pemilihan Gubernur Kaltim. Hendardji mencontohkan, hal-hal yang masih membingungkan saat ini. Salah satunya masalah pengaturan parkir, padahal itu perencanaannya harus jelas dan terukur. Tidak bisa hanya mengira-ngira. ”Pokoknya, kita akan terus evalusi. Dari pusat, kami akan giliran datang memonitor persiapan ini. Jadi harus jelas progresnya setiap pekan,” katanya.

Secara terpisah, Ibnu Nirwani menjelaskan, selain pleno persiapan PON, pihaknya juga telah mengadakan pertemuan dengan Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP). ”Tujuannya sebagai pendampingan dalam pengelola keuangan PON ini,” kata Ibnu, yang juga asisten Bidang Administrasi Pemprov Kaltim.

Hermain menambahkan, pelaksanaan gladi kader kedua akan dilaksanakan 7 Juni mendatang. Kemudian, gladi kotor dilaksanakan pertengahan Juni. ”Gladi kader itu masih sebatas melibatkan para korlap (koordinator lapangan, Red.) masing-masing bidang, tapi nanti saat gladi kotor semua anggota-anggotanya akan hadir,” jelasnya.(kri)

Original Link http://www.kaltimpost.web.id/berita/index.asp?Berita=ProKaltim&id=256818

Average rating
(0 votes)